Sabtu, 03 Desember 2011

Segitiga Api: Bagaimana Api Terbentuk

Api di Gedung PSMS FMIPA Unesa
Berawal dari peristiwa kebakaran di Gedung PSMS Unesa tadi malam (03/12), jadi terbesit ide untuk mencari penyebab datangnya api tersebut. Ya.. kalau kata pepatah TIDAK ADA ASAP KALAU TIADA API. Maka dalam sains, dikenal istilah Segitiga Api. Yang menjelaskan bagaimana api bisa terbentuk. 

Menurut id.wikipedia.org, Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam proses pembakaran kimiawi, yang menghasilkan panas, cahaya, dan berbagai hasil reaksi kimia lainnya. Api berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya (dengan panjang gelombang juga di luar spektrum visual sehingga dapat tidak terlihat oleh mata manusia) dan panas yang juga dapat menimbulkan asap. 

Api dapat terjadi jika faktor pembetuk api yakni bahan bakar (fuel), oksigen, dan panas (heat) terpenuhi. 3 faktor inilah yang disebut segitiga api (triangel of fire)

api2

Panas adalah suatu bentuk energy atau daya yang dapat dihasilkan dari reaksi kimia, kerja mekanik, dekomposisi bahan organik oleh jasad renik dan radiasi matahari. Sumber-sumber panas juga terdapat pada bunga api listrik, api terbuka, gesekan, benturan, busur api las, listrik statis, faktor alam dan lain-lain. Energi panas tidak dapat diukur secara langsung. Suhunya hanya mengukur derajat panas suatu benda, bukan jumlah panas didalam benda tersebut. Pemadamannya dapat dilakukan dengan memindahkan panas atau meniadakan sumber panas yang biasa disebut pendinginan.

Oksigen adalah suatu gas yang berasal dari udara sekeliling yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu proses pembakaran, di dalam udara bebas mengandung kurang lebih 21% Oksigen. Pada kadar oksigen 21% manusia dapat hidup normal begitu pula terhadap api yang akan semakin membesar. Pada kadar oksigen 18% api masih dapat menyala walau agak mengecil, akan tetapi pada posisi ini manusia sudah dalam keadaan pingsan atau lemas.
Pada kadar oksigen 15% api sudah padam, sementara pada posisi ini manusia sudah tidak dapat hidup atau gagal pernafasan. Maka dapat disimpulkan bahwa api dapat hidup jika minimal kadar osigen yang ada di udara 16%. Pemadamannya dapat dilakukan dengan memindahkan unsur oksigen melalui pembatasan pasokan udara yang biasa disebut “penutupan atau Pengisolasian”. Oleh karena pada proses pemadaman dengan menggunakan APAR, cara yang benar adalah memutus hubungan antara bahan bakar, api dan oksigen sehingga api menjadi padam.
Menurut intensitasnya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer, udara, laut, dan tanah bumi. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam semesta, setelah hidrogen dan helium. Sekitar 0,9% massa matahari adalah oksigen.

Bahan Bakar adalah setiap bahan atau benda yang dapat terbakar. Bahan bakar juga dapat diartikan sebagai material dengan suatu jenis energi yang bisa diubah menjadi energi berguna lainnya. Dalam konteks ini bahan bakar merubah energi panas menjadi api.
Secara umum bahan bakar terbagi menjadi tiga jenis yaitu :
1. Padat diantaranya kayu, kertas, karet, batu bara, dan lain-lain;
2. Cair diantaranya bensin, solar, minyak tanah, spirtus dan lain-lain;
3. Gas diantaranya LPG, LNG, dan lain-lain.



Bahan bakar merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam usaha pemadaman api. Sebab cara terbaik dalam memadamkan api adalah dengan memutus segitiga api pada sisi bahan bakar. Api karena tumpahan minyak dan bensin tidak bisa dipadamkan dengan air. Karena minyak akan mengambang di atas air. Untuk itu, perlu menggunakan handuk basah, pasir atau gas CO2. 

Dan mengenai kasus kebakaran di FMIPA Unesa, diduga api berasal dari konsleting listrik atau hubungan arus pendek yang menyebabkan timbulnya panas dan percikan bunga api. Percikan bunga api akhirnya menyulut kertas, kain, kayu atau materi mudah terbakar lainnya hingga menyebar dan bertambah besarlah ukuran api tersebut.

Referensi  :
Api. diakses dari id.wikipedia.org
Unsur Bumi : Api. diakses dari barudakgudang.wordpress.com

0 komentar:

Posting Komentar

Hello Kawan!
Terima kasih atas kunjungannya ke halaman ini. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kawan semua.
Sebagai bentuk apresiasi, anda dapat meninggalkan komentar, saran atau pertanyaan
Terima kasih...